Minggu, 07 November 2021

Precious Travel Of LOve


Gambar Cover diambil Dari Kunciberita.com

Start..!!

Aku wanita yang pernah mencintai seseorang dengan sungguh sampai akhirnya aku mati terbunuh oleh cintaku.

Aku wanita yang pernah menemani seseorang berproses dari Nol sampai dia punya segalanya, tapi akhirnya setelah itu dia meninggalkan ku dan pergi dengan wanita lain.

Aku wanita yg pernah memperjuangkan seseorang lewat usaha dan doa sampai akhirnya takdir memisahkanku dengannya.

Aku wanita yang pernah rapuh, menangis, meratap dan menghiba hanya karena satu lelaki yang tak berperasaan.

Akulah wanita Bodoh itu,.

Akulah wanita malang itu.,

Aku mengganggap diriku Tulus dan orang lain mengganggap aku bodoh.

Aku wanita yang pernah meminta pada Allah untuk kembalikan dia yg kucintai. Kembalikan rasa cintanya, rindunya, sayangnya, pedulinya. Kembalikan apa yg pernah dia berikan untukku.
Tapi semakin ku pinta semakin Allah jauhkan. Aku merasa doa-doaku sia-sia. Aku meratap sekali lagi pada Allah. Jika memang tak mengembalikannya setidaknya hilangkan perasaan ini untuknya. Semakin ku pinta semakin rasa itu tumbuh dan itu semakin menyakitiku. Lalu akhirnya aku menangis memohon agar diridhokan hatiku menerima apapun ketentuan dari-Nya dan diberikan sabar yg seluas-luasnya. Aku pasrahkan segalanya, aku biarkan berjalan dengan semestinya tanpa ku paksa melupa. Karena aku yakin perlahan waktu akan menghapusnya tanpa ku pinta semua akan terkikis dari ingatan. Ini hanya perihal waktu saja. Seiring aku menerima ketentuan-Nya dengan perlahan, mendekatkan diri pada Sang Maha Cinta, mengerjakan amalan-amalan  yg selama ini aku abaikan, mengikuti beberapa kajian dan mengikuti program 1 hari 1 juz mengaji. 

Hatiku damai, kadangkala juga teringat dengannya tapi tak membuatku menangis lagi. Bahkan aku bergumam dalam hati berterimakasih pada Allah sudah hadirkan dia dalam hidupku, sebab dari hadirnya aku banyak belajar tentang apapun itu yg membuat aku lebih baik lagi seperti sekarang, walaupun itu tentang airmata dan luka. Aku sedikitpun tak menyesalinya. Aku jauh lebih baik ternyata setelah menerima dan mengikhlaskan apa yg telah terjadi. Aku sering memohon ampun pada Allah sudah berburuk sangka pada-Nya. Cara-Nya mendewasakan ku luar biasa walaupun itu lewat luka dan airmata.

Perlahan aku bisa tersenyum lagi, tertawa lagi, bahagia lagi, hari-hari ku pun tak bercerita tentang cinta, luka dan airmata lagi. Aku lebih menikmati kesendirian ku dan berbahagia dengan caraku sendiri tanpa seseorang yg special lagi. Aku lebih fokus ke karir dan keluargaku, menghabiskan waktu bersama teman-temanku. Dan sekarang lagi berada difase bagaimana caranya dapat uang yg banyak 😁.

Dari perjalanan pahit itu, berjuang sendiri meniadakan satu nama dalam hati akhirnya berhasil. Sekarang melihatnya dan mendengar tentangnya sudah tak berasa apa-apa lagi. Aku selalu mendoakan kebahagiaannya. Sungguh..! 😊

Dan terakhir aku mendengar kabar bahwa dia sudah mempunyai pacar baru yg katanya itu adalah tujuan akhirnya. Alhamdulillah semoga wanita pilihannya lebih baik dari aku yaa.
Mmmmhhhh.. aku rasa tidak..! Semua wanita itu baik, cantik dan istimewa. Hanya saja kadang lelaki tidak pandai bersyukur setelah memilikinya. Aku harap cukup aku yg dia hancurkan hatinya. Jangan lakukan dengan wanita yg saat ini bersamanya. Semoga langgeng yaa.
😊

Aku hanya sedikit kecewa ketika dulu alasannya pergi dan mengakhiri hubungan yg sudah berjalan 7 tahun itu dengan alasan ingin hijrah dijalan Allah, ingin berubah lebih baik, gak mau pacaran lagi. Dan aku mau tak mau aku harus menerima keputusannya karena jugak kemaren dia gak mau lagi aku chating ataupun telfon. Dan kadang sukak ngilang tanpa kabar berbulan-bulan. Jangan tanya yaa sakitnya kek mana kemaren itu. Sakit sangat pun. Setelah apa yg dilewati selama 7 tahun dia semudah itu melepaskan cerita ini. Aku yg mati-matian berjuang dan mempertahankan hubungan itu sedikitpun tak membuka hatinya. Memaafkan segala perselingkuhannya, merelakan pelupuk mataku bengkak menangis ketika dia tak berkabar, cuek dan tak peduli lagi. Dia berkali-kali minta break. Dan ketika berantem aku yg sering mengalah karena agar hubungan itu baik-baik aja. Aku tak perduli betapa sakitnya aku karena hanya ingin mempertahankan kisah itu. Aku tak mau jika semua harus menjadi masa lalu.

Dan aku menyadari satu hal bahwa yg bukan menjadi takdirku bagaimanapun akan terpisah juga. Bagaimanapun aku erat menggenggam jika bukan diperuntukkan bagiku akan terlepas juga.
Perginya mungkin Allah ingin aku bahagia terlepas darinya walaupun awalnya akan menyakitiku.
Sungguh itu membuat ku sakit, Aku menangis dan meratap kepergiannya. 1 bulan mata ini bengkak menangis setiap malam dan pagi bahkan siang hari.  Dan dibulan kedua aku mulai sadar bahwa menangisinyapun tak akan membuatnya kembali padaku. Buat apa aku menangisinya kan.? Lebih baik aku menata hati dan memperbaiki diri. Mendekatkan diri pada Ilahi. Menerima kenyataan dan mengikhlaskan apa yg telah terjadi tidak akan mudah kan.? Tapi perlahan saja. Ada Allah, aku tak sendiri. Allah yg membuat sekenario begini berarti Allah percaya padaku bahwa aku wanita kuat dan tangguh itu untuk melewati fase ini. Hanya aku yg mampu. Allah saja percaya padaku masa aku begini. Apa-apaan ini. Begitu fikirku.

Dan akhirnya setelah semua perjalanan panjang itu dari berbagai pengalaman pahit itu membuat aku lebih waras lagi dalam mencintai. Aku tak akan pernah lupa tentang kisah ini. Tentang air mata dan luka ini. Tak akan pernah lupa. Allah Maha Baik. Setelah apa yg aku lalui Allah hadiahkan aku Seseorang yg begitu baik. Allah titipkan dia untuk ku jaga hatinya. Iya, dia seseorang yg Allah kirimkan untuk hapuskan air mataku yg jatuh. Mendekapku ketika aku rapuh. Menghibur ku ketika aku bersedih. Mengembalikan moodku ketika aku badmood. Rela menjadi apapun demi membuat tawa dibibirku. Selalu siap siaga ketika aku meminta bantuan. Memperlakukan ku dengan baik dan istimewa. Dia yg tetap menggenggam tanganku apapun yg terjadi. Menjadikan aku ratunya, satu-satunya dan bukan salah satunya. Yg selalu mendoakan kebahagiaan ku. Dia yg selalu bekerja keras sampai larut malam yg katanya agar dia sukses dan aku akan hidup bahagia nanti. Dia bekerja keras supaya aku tak susah nanti ketika hidup bersamanya. Dia yg menerima bagaimanapun masa laluku. Dia yg tak meninggalkan ku walaupun dia tau banyaknya kekuranganku. Iya, aku dipertemukan Allah dengannya. Seseorang yg membuat aku lupa bahwa aku pernah terluka dan sakit. Seseorang yg begitu isitimewa. Aku bahagia dan sangat bahagia. Setiap hari aku berterimakasih pada Allah sudah hadirkan dan titipkan dia untukku.  Ternyata benar yaa, jika sekarang aku dipisahkan dengan seseorang yg kucintai maka Allah akan pertemukan dengan seseorang yg membuat aku bersyukur setiap hari. 😊

Pertemuan Singkat

Namanya Eko Syahputra Caniago. Lelaki keturunan padang pariaman. Kelahiran Tahun 1996.

Apa kalian tau pertemuan aku dan dia seolah-olah ditarik ulur oleh semesta. 😁
Kami dipertemukan kemudian dipisahkan. Lalu dipertemukan lagi dan dipisahkan lagi. Lalu dipertemukan lagi dan sekarang tak tau kapan akan dipisahkan lagi. Aku dipertemukan dengannya ditahun 2017. Lewat sosial media yg beraplikasi Facebook. Gak tau kenapa dia tiba-tiba meminta pertemanan dengan ku. Dan akupun tanpa ragu mengkonfirmasinya. Dan setelah berteman diFB dia mengirimiku pesan lewat messenger. Dia kuliah di UISU dan aku UINSU. Dia jurusan Tehnik Sipil dan aku jurusan Manajemen Pendidikan Islam. Dia mengikuti salah satu organisasi Bapepma (akupun lupa apa kepanjangan bapepma ini yg pastinya organisasi itu untuk anak labuhanbatu) dan aku organisasi KAMMI. Karena dia ikut organisasi anak labuhanbatu jadi dia ngajak aku untuk gabung diorganisasi itu. Kemaren ngechatnya pertama kali ngajak organisasi itu setelah perkenalan. Terus dia minta nomor WhatsApp ku. Yaa aku kasi aja sih karenakan sama-sama anak labuhanbatu, sama-sama anak rantau, sama-sama kuliah dimedan jugak walaupun beda kampus. Jadi aku merasa satu nasib. Dan tidak ada salahnya berteman. Saat itu dia udah punya pasangan. Sama aku jugak udah punya. Masing-masing kita punya pasangan. Dan kita berteman baik dari hari itu. Tak ada percakapan intens. Berbagi nomor WhatsAap pun hanya sekedar melihat story masing-masing. Kadang jika ada story yg lucu barulah komen-komenan. Itupun sekedarnya. Karena dia tau batasannya akupun tau batasanku. Berjalan seperti biasa. Dia dengan kehidupannya dan akupun dengan kehidupanku. Tak ada yg spesial dan tak ada yg istimewa. Biasa saja dari pertemanan kami.

Dan disaat aku bersedih dia ada untukku. Menghiburku, membuat lelucon apapun asal aku tertawa. Apapun masalahku selalu bercerita padanya termasuk masalah percintaanku. Kemaren waktu aku diselingkuhi, aku rapuh-rapuhnya, dan sakit-sakitnya dia ada untukku. Dia yg hapuskan setiap airmataku dan menenangkan setiap tangisku. Walaupun kami begitu aku menganggapnya sahabat tak lebih dari itu.  Selama kami berteman dari tahun 2017. Ternyata dia mengalami kejadian pahit di pertengahan tahun 2018. Pacarnya nikah dengan orang lain.  Dia rapuh. Aku mencoba ada untuknya tapi dia menjauh. Aku faham mungkin dia butuh waktu untuk sendiri bertemankan air mata. Menenangkan diri dari segala yg membuat hatinya berantakan. Dia menghilang tanpa kabar semanjak itu. Tak pernah menghubungiku lagi. Aku hanya melihat kabarnya lewat postingan FBnya. Namun aku tak berani menyapanya. Dan ditahun 2018 akhir dia menghubungiku kembali. Mungkin hatinya sudah membaik. Aku faham mungkin kemarin dia menjauhiku karena tak ingin melibatkan ku dalam fase patah hati terberatnya sekalipun aku ingin. Dan ditahun 2018 akhir disaat dia kembali disaat itu juga aku ditinggalkan oleh pacarku, karena ada wanita lain, dia selingkuh lagi dan disitu masa KKN ku dibelawan sicanang. Itu juga fase patah hati terberatku. Selama KKN aku tak fokus karena sering menangis karena patah hati. Tapi lagi-lagi Eko ada untukku. Hapuskan airmataku. Mendekapku ketika tangisku mulai mengisak. Menenangkan ku dari segala membuat aku kacau. Selama itu tak ku pungkiri bahwa ada rasa yg tumbuh dihatiku untuknya. Aku nyaman ketika bersamanya. Perasaanku untuknya sulit untuk ku kendalikan. Apa aku mencintainya.??

Aku nekat mengungkapkan perasaanku padanya ditahun 2018 akhir. Bodohnya aku tak memikirkan persahabatan kami. Dan karena ungkapan perasaan ku itu dia menjauhiku perlahan. Dia menolakku secara halus. Dan bodohnya aku menangis. Aku tak faham bahwa dia baru saja patah hati dan menerima orang baru sepertiku akan sulit untuknya. Aku tak berfikir kesitu. Aku terburu-buru dengan perasaanku dan akhirnya dia menjauh. Aku kehilangannya sekali lagi. Dan setelah itu dia benar-benar menghilang bahkan strory WhatsApp ku pun tak dilihatnya, FB nya juga tak ada postingan terbaru. Disaat aku rindu aku hanya punya chatingan lama kami. Aku membacanya berulang-ulang dan menangis. Iyaaa. Aku sangat merindukannya. Hari berlalu begitu cepat. Dan aku masih berbaikan dengan pacarku. Aku memutuskan untuk memaafkan perselingkuhannya untuk yg kesekian kali dan mempertahankan hubungan ini dengan sungguh. Karena hubungan ini juga sudah lama berjalan. 7 tahun. Tidak semudah itukan melepas segalanya.

Selasa, 27 Agustus 2019

27 Agustus 2019 Aku wisuda. Aku berhasil menyelesaikan pendidikanku tepat waktu walaupun perjalanannya tak mudah. Kemudian aku memposting foto kebersamaan keluarga ku dihari wisudaku diFB. Dengan makeUp yg cantik dan toga hitam duduk manis dikepalaku. Ditambah dengan senyum manis menghias bibirku. Hari itu hari bahagiaku.

Tak tau kapan masuknya notifikasi itu ketika aku membuka Aplikasi FB ku melihat berapa orang yg menglike foto-fotoku tiba-tiba ikon messenger menandakan ada pesan yg masuk. Ku lihat ternyata Eko Caniago mengucapkan selamat atas keberhasilanku wisuda tepat waktu dan doa terbaik disampaikannya. Spontan aku terkejut. Dengan cepat aku meresponnya dengan sedikit candaan. Memasang emoticon ngambeg kenapa selama ini menghilang bagaikan ditelan bumi. Dia hanya menjawabnya dengan emoticon tertawa dan katanya ponselnya hilang. Dia meminta nomor WhatsApp ku lagi. Persis pas pertama kali dia meminta WhatsApp ku dulu untuk pertama kalinya. Hanya saja kali ini agak sedikit berbeda.
Jangan salah sangka dulu. Ketika dia minta nomor WhatsApp ku langsung dichat.? Enggak. 2 minggu kemudian baru dichatingnya aku. Jujur aku menunggu-nunggu chat darinya.
Hhuuuhh melelahkan.!
πŸ˜’ tapi bagaimanapun perasaan ku padanya aku tak berani lagi mengungkapkannya. Aku takut dia hilang lagi. Dia pergi lagi. Aku memutuskan untuk menyimpannya sendiri. Lagipun aku sudah berbaikan dengan pacarku jadi tak mungkin aku bermain-main untuk masalah hati.

Waktu berjalan. Pertemanan kami berlanjut lagi semenjak hari itu. Dia tau aku baikan lagi dengan pacarku. Yaa.. kami kembali bersahabat. 😊 Diakhir tahun 2019 dari bulan Oktober aku kembali diuji. Pacarku selingkuh lagi, berubah menjadi cuek dan tidak peduli lagi dengan ku. Bahkan berbulan-bulan tanpa kabar. Dia tidak menghubungiku sama sekali dan ketika aku menghubunginya dia tidak terlalu merespon. Hari ini dichat besoknya baru dibalas. Yaa kek gitu lah sampai bulan Februari 2020. Dari bulan Oktober 2019 itu aku tetap bertahan meskipun sikapnya menyakitiku. Walaupun dia menghadirkan orang ketiga aku tetap bersikeras menetap disisinya. Tak peduli rasa sakit itu aku tetap bertahan. Walaupun aku menangis setiap hari aku tetap mempertahankan hubungan itu. Ini bukan pertama kalinya dia bersikap seperti ini. Ini sudah kesekian kali. Dan aku berharap dia sadar dan berubah nanti. Dia akan sadar perjuangan dan pengorbanan ku nanti. Dia akan berubah. Itu yg aku pikirkan.
Aku mulai mengabaikan persahabatanku. Jarang merespon chat Eko yang masuk. Dan aku tak peduli lagi dengannya.

Waktu terus berlanjut. Ternyata hatiku lelah sendiri. 5 bulan aku bertahan dengan sikap pacarku seperti itu. Dari bulan Oktober 2019 sampai bulan Februari 2020. Dan dibulan Februari 2020 aku memutuskan melepaskannya. Mengikhlaskannya. Percuma tetap bersama tapi hatinya tidak untukku lagi. Dia pun kemaren alasannya menjauh karena ingin hijrah diajalan Allah, ingin berubah lebih baik dan tak ingin berpacaran lagi. Dan bodohnya aku mempercayainya. Padahal alasan klasiknya yang seperti itu bukan pertama kalinya bagiku. Dikahir 2018 kemarin alasannya juga begitu tapi ternyata ada wanita lain.

Sakit memang, aku menangis dan meratap pilu. 7 tahun berakhir pilu dan tragis. Aku tak punya pilihan lain selain tetap harus hidupkan? Tapi lagi-lagi Eko ada untukku. Dia faham kondisi hatiku bagaimana. Kadang dia tertawa melihatku menangis, iyaa mungkin saja menertawakan kebodohanku menangisi laki-laki bangsat seperti itu. Tak jarang kekesalanku ku lampiaskan padanya. Memakinya. Tapi bagaimanapun aku memperlakukannya dia diam, tak melakukan apapun yg menyakitiku, menerima semua apapun yg ku perbuat tak peduli itu menyakitinya atau bukan.

Pada akhirnya aku menangis lagi, dia mendekapku lagi, menenangkanku dari kacaunya hari-hariku. Memotivasiku untuk tetap bangkit dari keterpurukanku. Menuruti segala inginku. Mengkhawatirkan ku ketika tak berkabar seharian. Iyaaa, aku dispam chat sampai beratus-ratus. Berlebihan? Iya sih, tapi aku suka. Hehehehe

Dari bulan Februari 2020 kami semakin dekat dan percakapanpun semakin intens. Karena selepas wisuda dibulan Agustus 2019 kemarin aku memutuskan pulang kampung. Mengurus sekolah Ayah yg hampir terbengkalai tak terurus. Dibulan pertengahan Maret 2020 dunia dan seisinya dilanda musibah hebat dengan adanya virus berbahaya bernama Covid-19. Dan sahabatku pun pulang kampung kerana virus itu dunia seolah-olah terjeda. Tak ada aktivitas apapun. Aku sedikit bahagia ketika dia pulang kekampung. Nanti kami kan bertemu melepas rindu antara dua sahabat yang tak pernah bertemu.

Percayalah dari tahun 2017 kami berteman dan bagaimana nya kami dekat lewat chatingan dan media sosial kami tak pernah bertemu langsung bertatap mata. Tak pernah. Selama kami berteman kami hanya bertemu sekali itu pun ditanggal 18 Juli 2018. Disitu waktu aku rapuhnya jugak. Karena diselingkuhi lagi. Dia mengajakku ketoko buku dan menyuruhku mengambil buku manapun yg aku suka. Akhirnya buku pilihanku jatuh pada buku "Untuk Hati Yang Pernah Singgah". Apalagi ditahun 2019 tak pernah bertemu sama sekali, hanya lewat chatingan itupun jarang chatingan.

Dibulan April dia kembali kekampung halaman, semenjak itu dia ngajak ketemuan dan kami makin akrab. Hhuuhh detak jantungku tak beraturan ketika dekat dengannya tapi aku berusaha untuk menutupinya. Aku tak mau gara-gara perasaan semu ku ini mengancurkan persahabatan kami. Tak apa jika saling menyimpan seperti ini. Setidaknya ada doa-doa yang aku langitkan untuknya. Cukup aku dan Tuhanku yang tau. 

Jumat, 10 April 2020

Ditanggal 10 April dia mengirimiku foto, dan difoto itu ada beberapa jam tangan untuk cewek. Dia bertanya padaku mana jam tangan yg menurutku cantik. Yaa.. aku pilih dong mana menurutku cantik. Ketika aku tanya jamnya untuk siapa dia menjawab untuk seseorang yg special. Dia meminta aku memilihkannya karena aku sahabatnya. Karena pilihanku pasti disukai nanti sama cewek yg mau ditaksirnya. Aku sempat cemburu sih kemarin. Tapi aku sadar diri aku bukan siapa-siapanya, hanya sahabatnya. Tak ada hak untuk cemburu, wajarkan dia mendekati wanita lagi setelah sekian lama sendiri memulihkan hati yg sempat hancur. Dan gak mungkin juga dia ada perasaan sama aku, kemarin waktu aku aja yang nembak duluan dia nolak dan menjauh. Gak apa-apa perasaan ini Cuma aku sendiri yg rasa, dia bahagia aku juga bahagia. Tak apa nanti perasaan ini juga hilang sendiri. Begitu pikirku. Malam ditanggal 10 April dia mengajak bertemu diwarung RINDU. Warung langanan kami kok mau jumpaan. Yaa udah aku iyakan inginnya, karena aku juga penasaran dengan wanita specialnya itu. Sahabatnya ini wajib tau kan siapa wanita yang akan mendampinginya nanti.? Kami bertemu tepat jam 20.00. duduk bersampingan dan memesan beberapa makanan. Setelah pesanan kami datang, kami asyik dengan makanan masing-masing sampai aku yang membuka cerita bagaimana dengan wanita specialnya. Dia tak menjawab, hanya bibirnya menyinggungkan senyum manis. Dan apalagi aku meledeknya dan akhirnya kamipun bercanda dan tertawa bersama seperti biasa. Katanya dia pandai sulap, Waaw dong pikirku. Dan dia memulai pertunjukan sulapnya. Dia menunjukkan tangannya kosong tak ada apa-apa dan kemudian menggenggamnya. Setelah membuka genggaman tangannya ada jam tangan yang aku pilihkan tadi siang untuk wanita specialnya. Aku terkejut pikiran ku entah kemana-mana. Mungkinkah jam tangan ini untukku? Apakah wanita special itu aku? Atau mungkin jam tangannya ditolak sama wanita specialnya itu? Aahhh tau deh. Yang benar saja dia mengatakan bahwa jam tangan itu untukku dan akulah wanita special itu. Aku terkejut dan terdiam membisu, tak menjawab apapun. Sampai dia bertanyakan apakah aku tak menyukai jamnya? Tentu saja aku suka, Tooh aku yang memilihnya tadi siangkan? Aku tak habis pikir saja bahwa akulah wanita yang dia maksud. Aku menahan diri untuk tetap staycool didepannya. Mengucapkan terimakasih atas jam tangannya. Jangan tanya bagaimana perasaanku saat itu. Tentu saja aku bahagia. Sangat bahagia.

Selasa, 14 April 2020

Ditanggal 14 April 2020 kemarin dia ingin bertemu, katamya ada perihal penting yg ingin dia sampaikan padaku, tak bisa lewat chatingan soalnya penting nanti takut ada kesalahfahaman. Tak biasanya dia seperti ini, tapi aku tak mau tertipu dia suka ngeprank aku soalnya. Dia suka banget jahilin aku, katanya aku gemesin kok lagi ngambeg, kan kek taik. Tapi aku penasaran sih dengan perihal penting yang ingin  dia sampaikan. Dan akhirnya aku memtuskan untuk menemuinya. Seperti biasa kami bertemu diwarung RINDU jam 20.00. Pesanan makanannya juga masih pesanan yg sama seperti biasa. Es Jakarta. Heheheh.

Pembahasan kali ini agak menegangkan. Tak seperti biasa yang banyak bercanda dan tertawa. Kali ini betul-betul serius. Aku juga belum pernah melihatnya seserius ini. Dia membuka percakapan dengan penuh hikmat. Ahahahahahahaha aku setiap kali mengingatnya tertawa. Namun sebelum melanjutkan pembahasan ini dia meminta maaf padaku bahwa dia sudah lancang, dan jika pun nanti aku membencinya dia sudah menerima konsekuensinya. Waahhh.. serasa masuk rumah hantu yaa pembahasan kali ini pikirku. Tapi aku tak ingin bercanda dulu. Aku mengiyakan saja apa katanya.

“Rani, Maaf jika aku lancang. Tapi aku juga perlu kejelasan dalam hubungan yg kita jalani ini. Teman biasa, sahabat ataukah lebih dari itu. Rani, aku mencintaimu. Aku mengagumimu semenjak SMA. Kita sering berpapasan waktu mau sekolah kan? Aku ke SMA dan kau ke MAS (Madrasah Aliyah). Jujur dari jauh aku sering memperhatikanmu, namun tak punya nyali untuk menyapamu. Aku takut ketika aku menyapamu kau beranggapan bahwa aku laki-laki yg suka caper dengan wanita. Aku tak berani menatapmu ketika kita berpapasan dengan sangat dekat. Tapi dari jauh setelah kita berpapasan aku menoleh kebelakang untuk melihatmu. Tersenyum melihat langkah mungilmu. Setelah tamat sekolah aku melanjutkan pendidikanku. Selama kuliah aku menemukan beberapa wanita yang singgah dalam hidupku. Namun seberapapun banyaknya yg hadir tak menggantikan tempatmu dihatiku. Kau masih dalam pencarianku, aku mencari Facebookmu tapi sayang aku tak menemukannya. Aku hampir pasrah dan menyerah. Tiba disuatu hari aku membuka aplikasi Facebookku dan dibagian saran teman aku melihat fotomu. Tentu saja aku bahagia, akhirnya aku menemukanmu. Dan dimulai dari situlah perasaan ini semakin tumbuh ditambah lagi dengan kedekatan kita. Tapi aku sadar kemarin kita masing-masing puna pasangan. Aku berkali-kali mencoba menghapus rasa ini untukmu dan iyaa.. aku berhasil. Rasaku untukmu hilang. Tapi setelah rasa itu hilang wanita yg bersamaku menghianatiku dan menikah dengan laki-laki lain. Tak apa. Mungkin tidak berjodoh. Semua sudah diatur sama yg maha kuasa. Maaf aku berkali-kali menghilang dari hidupmu, sebab aku tak mau merusak hubunganmu dengan pacarmu. Aku takut pearsaanku padamu sewaktu-waktu membuat aku jahat. Aku tak ingin seperti itu. Tapi perlu satu hal kau tau semenjak tahun 2018 akhir aku menunggumu sampai 2020 saat ini. Aku mencintaimu Rani. Maaf jika akhirnya pengakuan ku kali ini membuatmu membenciku. Merusak persahabatan kita. Aku minta maaf.”

Aku tercengang dan terdiam seribu bahasa mendengar penuturan katanya. Aku yang baru sembuh dari fase patah hati sejujurnya takut untuk memulai kisah baru lagi. Bagaimana jika akhirnya sama dengan yg kemarin? Bagaimana jika tak happy ending? Apa aku yg akan terluka untuk kesekian kalinya lagi? Apa aku akan menangis lagi? Huuuhh fase patah hati itu melelahkan. Tak terhitung berapa air mata yg jatuh. Aku masih trauma, namun aku tak bisa menggantung jawabanku padanya. Aku tak tega. Dia sudah sepenuh hati untukku. Dan akhirnya ku putuskan untuk menjawab

“Eko, aku menghargai perasaanmu padaku. Tapi seperti yg kau tau aku baru saja sembuh dari fase patah hati yang melelahkan. Kau tau kan bagaimana aku waktu itu? Tak mudah bagiku membuka hati lagi. Kau juga pernah rasa kan fase patah hati  itu melelahkan.? Eko, aku gak mau pacaran lagi. Membuang-buang waktu dan kita sudah dewasa kan? Kita tak membutuhkan hubungan yg seperti itu lagi. Tapi bukan berarti aku menolakmu, kau punya tempat tersendiri dihatiku. Kau special. Eko, waktu akan menjawab semuanya. Jika memang kau serius padaku datang kerumahku, temui ayahku. Pinta aku padanya dengan baik-baik. Aku akan menunggumu. Waktu akan menjawab nanti perasaanmu padaku semakin memudarkah atau semakin bertambah. Biarlah kita seperti ini, kita sahabat, sahabat baik dan aku juga mencintaimu. Kau adalah seseorang yg Allah kirimkan untuk hapus luka dan air mataku. Kau adalah seseorang yg membuat aku lupa kalau aku pernah terluka parah dan sakit dibagian hati.”

Sejenak hening tanpa suara, dan tiba-tiba dia menatap mataku lekat-lekat. Seperti mencari jawaban lebih dalam. Aku membalas tatapan matanya dan tersenyum manis untuknya. Dan kemudian tangannya mengusap lembut pipiku. Dia juga ikut tersenyum. Iyaa.. kami memtuskan untuk tetap bersahabat baik tapi punya komitmen dan tujuan yg jelas dan menjaga hati satu sama lain. Intinya jangan terlalu berharap nanti ketika takdir tak berpihak pada kita rasanya tidak terlalu sakit. Jika pun nanti akhirnya ada yang lebih dulu melamarku dari dia pesannya terima saja lamaran itu jika memang laki-laki itu menurutku terbaik untuk mendampingi hidupku. Sebab bahagiaku adalah bahagianya. Dukaku adalah dukanya. Sakitku adalah sakitnya. Tangisku adalah tangisnya. Selama aku bersamanya dia berusaha semaksimal mungkin membuatku bahagia dengan caranya. Jika suatu saat tanpa sengaja dia membuatku menangis dia meminta maaf. Apapun alasannya dia tak pernah sedikitpun ingin menyakitiku.

Ending

Walaupun aku tidak tahu seseorang yg Allah kirimkan saat ini seseorang yg hanya singgah sebagai pengalaman hidup atau seseorang yg menetap sebagai takdir dan jodoh. Tapi aku tetap bersyukur Allah pertemukan dengan dia yg baik.  Walaupun aku tidak tahu akhirnya seperti apa tapi aku yakin dan percaya rencana Allah luar biasa. Apapun keputusan Allah nanti untuk hidupku aku ridho. Sebab tak ada satupun rancangan Allah yg salah.  Iyaa. Walaupun aku tak tau akhirnya seperti apa nanti aku akan berusaha semampuku dan melangitkan doa terbaikku untuk aku dan dia. Semoga Allah merestui perasaan ini. Menyatukan aku dan dia. Aku berharap dia adalah orang terakhir dalam hidupku. Aku lelah jika harus patah hati lagi, mengenal orang baru lagi. Saat ini dia bukan siapa-siapa. Hanya sahabat baik. Dan aku mencintainya. 😊

Gambar Cover diambil Dari Kunciberita.com
























0 komentar:

Posting Komentar