Cerita,Cinta,Patah Hati
No comments
Precious Travel Of LOve
Start..!!
Aku
wanita yang pernah mencintai seseorang dengan sungguh sampai akhirnya aku mati
terbunuh oleh cintaku.
Aku
wanita yang pernah menemani seseorang berproses dari Nol sampai dia punya
segalanya, tapi akhirnya setelah itu dia meninggalkan ku dan pergi dengan
wanita lain.
Aku
wanita yg pernah memperjuangkan seseorang lewat usaha dan doa sampai akhirnya
takdir memisahkanku dengannya.
Aku
wanita yang pernah rapuh, menangis, meratap dan menghiba hanya karena satu
lelaki yang tak berperasaan.
Akulah
wanita Bodoh itu,.
Akulah
wanita malang itu.,
Aku
mengganggap diriku Tulus dan orang lain mengganggap aku bodoh.
Aku
wanita yang pernah meminta pada Allah untuk kembalikan dia yg kucintai. Kembalikan
rasa cintanya, rindunya, sayangnya, pedulinya. Kembalikan apa yg pernah dia
berikan untukku.
Tapi semakin ku pinta semakin Allah jauhkan. Aku merasa doa-doaku sia-sia. Aku
meratap sekali lagi pada Allah. Jika memang tak mengembalikannya setidaknya hilangkan
perasaan ini untuknya. Semakin ku pinta semakin rasa itu tumbuh dan itu semakin
menyakitiku. Lalu akhirnya aku menangis memohon agar diridhokan hatiku menerima
apapun ketentuan dari-Nya dan diberikan sabar yg seluas-luasnya. Aku pasrahkan
segalanya, aku biarkan berjalan dengan semestinya tanpa ku paksa melupa. Karena
aku yakin perlahan waktu akan menghapusnya tanpa ku pinta semua akan terkikis
dari ingatan. Ini hanya perihal waktu saja. Seiring aku menerima ketentuan-Nya
dengan perlahan, mendekatkan diri pada Sang Maha Cinta, mengerjakan
amalan-amalan yg selama ini aku abaikan,
mengikuti beberapa kajian dan mengikuti program 1 hari 1 juz mengaji.
Hatiku
damai, kadangkala juga teringat dengannya tapi tak membuatku menangis lagi.
Bahkan aku bergumam dalam hati berterimakasih pada Allah sudah hadirkan dia dalam
hidupku, sebab dari hadirnya aku banyak belajar tentang apapun itu yg membuat
aku lebih baik lagi seperti sekarang, walaupun itu tentang airmata dan luka.
Aku sedikitpun tak menyesalinya. Aku jauh lebih baik ternyata setelah menerima
dan mengikhlaskan apa yg telah terjadi. Aku sering memohon ampun pada Allah
sudah berburuk sangka pada-Nya. Cara-Nya mendewasakan ku luar biasa walaupun
itu lewat luka dan airmata.
Perlahan
aku bisa tersenyum lagi, tertawa lagi, bahagia lagi, hari-hari ku pun tak
bercerita tentang cinta, luka dan airmata lagi. Aku lebih menikmati kesendirian
ku dan berbahagia dengan caraku sendiri tanpa seseorang yg special lagi. Aku
lebih fokus ke karir dan keluargaku, menghabiskan waktu bersama teman-temanku.
Dan sekarang lagi berada difase bagaimana caranya dapat uang yg banyak π.
Dari
perjalanan pahit itu, berjuang sendiri meniadakan satu nama dalam hati akhirnya
berhasil. Sekarang melihatnya dan mendengar tentangnya sudah tak berasa apa-apa
lagi. Aku selalu mendoakan kebahagiaannya. Sungguh..! π
Dan
terakhir aku mendengar kabar bahwa dia sudah mempunyai pacar baru yg katanya
itu adalah tujuan akhirnya. Alhamdulillah semoga wanita pilihannya lebih baik
dari aku yaa.
Mmmmhhhh.. aku rasa tidak..! Semua wanita itu baik, cantik dan istimewa. Hanya
saja kadang lelaki tidak pandai bersyukur setelah memilikinya. Aku harap cukup
aku yg dia hancurkan hatinya. Jangan lakukan dengan wanita yg saat ini
bersamanya. Semoga langgeng yaa. π
Aku
hanya sedikit kecewa ketika dulu alasannya pergi dan mengakhiri hubungan yg
sudah berjalan 7 tahun itu dengan alasan ingin hijrah dijalan Allah, ingin berubah
lebih baik, gak mau pacaran lagi. Dan aku mau tak mau aku harus menerima
keputusannya karena jugak kemaren dia gak mau lagi aku chating ataupun telfon.
Dan kadang sukak ngilang tanpa kabar berbulan-bulan. Jangan tanya yaa sakitnya
kek mana kemaren itu. Sakit sangat pun. Setelah apa yg dilewati selama 7 tahun
dia semudah itu melepaskan cerita ini. Aku yg mati-matian berjuang dan
mempertahankan hubungan itu sedikitpun tak membuka hatinya. Memaafkan segala
perselingkuhannya, merelakan pelupuk mataku bengkak menangis ketika dia tak
berkabar, cuek dan tak peduli lagi. Dia berkali-kali minta break. Dan ketika
berantem aku yg sering mengalah karena agar hubungan itu baik-baik aja. Aku tak
perduli betapa sakitnya aku karena hanya ingin mempertahankan kisah itu. Aku
tak mau jika semua harus menjadi masa lalu.
Dan
aku menyadari satu hal bahwa yg bukan menjadi takdirku bagaimanapun akan
terpisah juga. Bagaimanapun aku erat menggenggam jika bukan diperuntukkan
bagiku akan terlepas juga.
Perginya mungkin Allah ingin aku bahagia terlepas darinya walaupun awalnya akan
menyakitiku.
Sungguh itu membuat ku sakit, Aku menangis dan meratap kepergiannya. 1 bulan
mata ini bengkak menangis setiap malam dan pagi bahkan siang hari. Dan dibulan kedua aku mulai sadar bahwa
menangisinyapun tak akan membuatnya kembali padaku. Buat apa aku menangisinya
kan.? Lebih baik aku menata hati dan memperbaiki diri. Mendekatkan diri pada
Ilahi. Menerima kenyataan dan mengikhlaskan apa yg telah terjadi tidak akan
mudah kan.? Tapi perlahan saja. Ada Allah, aku tak sendiri. Allah yg membuat
sekenario begini berarti Allah percaya padaku bahwa aku wanita kuat dan tangguh
itu untuk melewati fase ini. Hanya aku yg mampu. Allah saja percaya padaku masa
aku begini. Apa-apaan ini. Begitu fikirku.
Dan
akhirnya setelah semua perjalanan panjang itu dari berbagai pengalaman pahit
itu membuat aku lebih waras lagi dalam mencintai. Aku tak akan pernah lupa
tentang kisah ini. Tentang air mata dan luka ini. Tak akan pernah lupa. Allah
Maha Baik. Setelah apa yg aku lalui Allah hadiahkan aku Seseorang yg begitu
baik. Allah titipkan dia untuk ku jaga hatinya. Iya, dia seseorang yg Allah kirimkan
untuk hapuskan air mataku yg jatuh. Mendekapku ketika aku rapuh. Menghibur ku
ketika aku bersedih. Mengembalikan moodku ketika aku badmood. Rela menjadi apapun
demi membuat tawa dibibirku. Selalu siap siaga ketika aku meminta bantuan. Memperlakukan
ku dengan baik dan istimewa. Dia yg tetap menggenggam tanganku apapun yg
terjadi. Menjadikan aku ratunya, satu-satunya dan bukan salah satunya. Yg selalu
mendoakan kebahagiaan ku. Dia yg selalu bekerja keras sampai larut malam yg
katanya agar dia sukses dan aku akan hidup bahagia nanti. Dia bekerja keras
supaya aku tak susah nanti ketika hidup bersamanya. Dia yg menerima
bagaimanapun masa laluku. Dia yg tak meninggalkan ku walaupun dia tau banyaknya
kekuranganku. Iya, aku dipertemukan Allah dengannya. Seseorang yg membuat aku
lupa bahwa aku pernah terluka dan sakit. Seseorang yg begitu isitimewa. Aku
bahagia dan sangat bahagia. Setiap hari aku berterimakasih pada Allah sudah
hadirkan dan titipkan dia untukku. Ternyata
benar yaa, jika sekarang aku dipisahkan dengan seseorang yg kucintai maka Allah
akan pertemukan dengan seseorang yg membuat aku bersyukur setiap hari. π
Pertemuan Singkat
Namanya
Eko Syahputra Caniago. Lelaki keturunan padang pariaman. Kelahiran Tahun 1996.
Apa
kalian tau pertemuan aku dan dia seolah-olah ditarik ulur oleh semesta. π
Kami dipertemukan kemudian dipisahkan. Lalu dipertemukan lagi dan dipisahkan
lagi. Lalu dipertemukan lagi dan sekarang tak tau kapan akan dipisahkan lagi.
Aku dipertemukan dengannya ditahun 2017. Lewat sosial media yg beraplikasi
Facebook. Gak tau kenapa dia tiba-tiba meminta pertemanan dengan ku. Dan akupun
tanpa ragu mengkonfirmasinya. Dan setelah berteman diFB dia mengirimiku pesan
lewat messenger. Dia kuliah di UISU dan aku UINSU. Dia jurusan Tehnik Sipil dan
aku jurusan Manajemen Pendidikan Islam. Dia mengikuti salah satu organisasi
Bapepma (akupun lupa apa kepanjangan bapepma ini yg pastinya organisasi itu untuk
anak labuhanbatu) dan aku organisasi KAMMI. Karena dia ikut organisasi anak
labuhanbatu jadi dia ngajak aku untuk gabung diorganisasi itu. Kemaren
ngechatnya pertama kali ngajak organisasi itu setelah perkenalan. Terus dia
minta nomor WhatsApp ku. Yaa aku kasi aja sih karenakan sama-sama anak
labuhanbatu, sama-sama anak rantau, sama-sama kuliah dimedan jugak walaupun
beda kampus. Jadi aku merasa satu nasib. Dan tidak ada salahnya berteman. Saat
itu dia udah punya pasangan. Sama aku jugak udah punya. Masing-masing kita
punya pasangan. Dan kita berteman baik dari hari itu. Tak ada percakapan intens.
Berbagi nomor WhatsAap pun hanya sekedar melihat story masing-masing. Kadang
jika ada story yg lucu barulah komen-komenan. Itupun sekedarnya. Karena dia tau
batasannya akupun tau batasanku. Berjalan seperti biasa. Dia dengan
kehidupannya dan akupun dengan kehidupanku. Tak ada yg spesial dan tak ada yg
istimewa. Biasa saja dari pertemanan kami.
Dan
disaat aku bersedih dia ada untukku. Menghiburku, membuat lelucon apapun asal
aku tertawa. Apapun masalahku selalu bercerita padanya termasuk masalah percintaanku.
Kemaren waktu aku diselingkuhi, aku rapuh-rapuhnya, dan sakit-sakitnya dia ada
untukku. Dia yg hapuskan setiap airmataku dan menenangkan setiap tangisku. Walaupun
kami begitu aku menganggapnya sahabat tak lebih dari itu. Selama kami berteman dari tahun 2017. Ternyata
dia mengalami kejadian pahit di pertengahan tahun 2018. Pacarnya nikah dengan
orang lain. Dia rapuh. Aku mencoba ada
untuknya tapi dia menjauh. Aku faham mungkin dia butuh waktu untuk sendiri
bertemankan air mata. Menenangkan diri dari segala yg membuat hatinya
berantakan. Dia menghilang tanpa kabar semanjak itu. Tak pernah menghubungiku
lagi. Aku hanya melihat kabarnya lewat postingan FBnya. Namun aku tak berani
menyapanya. Dan ditahun 2018 akhir dia menghubungiku kembali. Mungkin hatinya
sudah membaik. Aku faham mungkin kemarin dia menjauhiku karena tak ingin
melibatkan ku dalam fase patah hati terberatnya sekalipun aku ingin. Dan
ditahun 2018 akhir disaat dia kembali disaat itu juga aku ditinggalkan oleh
pacarku, karena ada wanita lain, dia selingkuh lagi dan disitu masa KKN ku
dibelawan sicanang. Itu juga fase patah hati terberatku. Selama KKN aku tak
fokus karena sering menangis karena patah hati. Tapi lagi-lagi Eko ada untukku.
Hapuskan airmataku. Mendekapku ketika tangisku mulai mengisak. Menenangkan ku
dari segala membuat aku kacau. Selama itu tak ku pungkiri bahwa ada rasa yg
tumbuh dihatiku untuknya. Aku nyaman ketika bersamanya. Perasaanku untuknya
sulit untuk ku kendalikan. Apa aku mencintainya.??
Aku
nekat mengungkapkan perasaanku padanya ditahun 2018 akhir. Bodohnya aku tak
memikirkan persahabatan kami. Dan karena ungkapan perasaan ku itu dia
menjauhiku perlahan. Dia menolakku secara halus. Dan bodohnya aku menangis. Aku
tak faham bahwa dia baru saja patah hati dan menerima orang baru sepertiku akan
sulit untuknya. Aku tak berfikir kesitu. Aku terburu-buru dengan perasaanku dan
akhirnya dia menjauh. Aku kehilangannya sekali lagi. Dan setelah itu dia
benar-benar menghilang bahkan strory WhatsApp ku pun tak dilihatnya, FB nya
juga tak ada postingan terbaru. Disaat aku rindu aku hanya punya chatingan lama
kami. Aku membacanya berulang-ulang dan menangis. Iyaaa. Aku sangat
merindukannya. Hari berlalu begitu cepat. Dan aku masih berbaikan dengan
pacarku. Aku memutuskan untuk memaafkan perselingkuhannya untuk yg kesekian
kali dan mempertahankan hubungan ini dengan sungguh. Karena hubungan ini juga
sudah lama berjalan. 7 tahun. Tidak semudah itukan melepas segalanya.
Selasa, 27 Agustus 2019
27
Agustus 2019 Aku wisuda. Aku berhasil menyelesaikan pendidikanku tepat waktu
walaupun perjalanannya tak mudah. Kemudian aku memposting foto kebersamaan
keluarga ku dihari wisudaku diFB. Dengan makeUp yg cantik dan toga hitam duduk
manis dikepalaku. Ditambah dengan senyum manis menghias bibirku. Hari itu hari
bahagiaku.
Tak
tau kapan masuknya notifikasi itu ketika aku membuka Aplikasi FB ku melihat
berapa orang yg menglike foto-fotoku tiba-tiba ikon messenger menandakan ada
pesan yg masuk. Ku lihat ternyata Eko Caniago mengucapkan selamat atas keberhasilanku
wisuda tepat waktu dan doa terbaik disampaikannya. Spontan aku terkejut. Dengan
cepat aku meresponnya dengan sedikit candaan. Memasang emoticon ngambeg kenapa
selama ini menghilang bagaikan ditelan bumi. Dia hanya menjawabnya dengan
emoticon tertawa dan katanya ponselnya hilang. Dia meminta nomor WhatsApp ku
lagi. Persis pas pertama kali dia meminta WhatsApp ku dulu untuk pertama
kalinya. Hanya saja kali ini agak sedikit berbeda.
Jangan salah sangka dulu. Ketika dia minta nomor WhatsApp ku langsung dichat.?
Enggak. 2 minggu kemudian baru dichatingnya aku. Jujur aku menunggu-nunggu chat
darinya.
Hhuuuhh melelahkan.! π tapi bagaimanapun perasaan ku padanya aku tak
berani lagi mengungkapkannya. Aku takut dia hilang lagi. Dia pergi lagi. Aku
memutuskan untuk menyimpannya sendiri. Lagipun aku sudah berbaikan dengan pacarku
jadi tak mungkin aku bermain-main untuk masalah hati.
Waktu
berjalan. Pertemanan kami berlanjut lagi semenjak hari itu. Dia tau aku baikan
lagi dengan pacarku. Yaa.. kami kembali bersahabat. π Diakhir tahun
2019 dari bulan Oktober aku kembali diuji. Pacarku selingkuh lagi, berubah
menjadi cuek dan tidak peduli lagi dengan ku. Bahkan berbulan-bulan tanpa
kabar. Dia tidak menghubungiku sama sekali dan ketika aku menghubunginya dia
tidak terlalu merespon. Hari ini dichat besoknya baru dibalas. Yaa kek gitu lah
sampai bulan Februari 2020. Dari bulan Oktober 2019 itu aku tetap bertahan
meskipun sikapnya menyakitiku. Walaupun dia menghadirkan orang ketiga aku tetap
bersikeras menetap disisinya. Tak peduli rasa sakit itu aku tetap bertahan.
Walaupun aku menangis setiap hari aku tetap mempertahankan hubungan itu. Ini
bukan pertama kalinya dia bersikap seperti ini. Ini sudah kesekian kali. Dan
aku berharap dia sadar dan berubah nanti. Dia akan sadar perjuangan dan
pengorbanan ku nanti. Dia akan berubah. Itu yg aku pikirkan.
Aku mulai mengabaikan persahabatanku. Jarang merespon chat Eko yang masuk. Dan
aku tak peduli lagi dengannya.
Waktu
terus berlanjut. Ternyata hatiku lelah sendiri. 5 bulan aku bertahan dengan
sikap pacarku seperti itu. Dari bulan Oktober 2019 sampai bulan Februari 2020.
Dan dibulan Februari 2020 aku memutuskan melepaskannya. Mengikhlaskannya.
Percuma tetap bersama tapi hatinya tidak untukku lagi. Dia pun kemaren alasannya
menjauh karena ingin hijrah diajalan Allah, ingin berubah lebih baik dan tak
ingin berpacaran lagi. Dan bodohnya aku mempercayainya. Padahal alasan
klasiknya yang seperti itu bukan pertama kalinya bagiku. Dikahir 2018 kemarin
alasannya juga begitu tapi ternyata ada wanita lain.
Sakit
memang, aku menangis dan meratap pilu. 7 tahun berakhir pilu dan tragis. Aku
tak punya pilihan lain selain tetap harus hidupkan? Tapi lagi-lagi Eko ada
untukku. Dia faham kondisi hatiku bagaimana. Kadang dia tertawa melihatku
menangis, iyaa mungkin saja menertawakan kebodohanku menangisi laki-laki
bangsat seperti itu. Tak jarang kekesalanku ku lampiaskan padanya. Memakinya.
Tapi bagaimanapun aku memperlakukannya dia diam, tak melakukan apapun yg
menyakitiku, menerima semua apapun yg ku perbuat tak peduli itu menyakitinya
atau bukan.
Pada
akhirnya aku menangis lagi, dia mendekapku lagi, menenangkanku dari kacaunya
hari-hariku. Memotivasiku untuk tetap bangkit dari keterpurukanku. Menuruti
segala inginku. Mengkhawatirkan ku ketika tak berkabar seharian. Iyaaa, aku
dispam chat sampai beratus-ratus. Berlebihan? Iya sih, tapi aku suka. Hehehehe
Dari
bulan Februari 2020 kami semakin dekat dan percakapanpun semakin intens. Karena
selepas wisuda dibulan Agustus 2019 kemarin aku memutuskan pulang kampung.
Mengurus sekolah Ayah yg hampir terbengkalai tak terurus. Dibulan pertengahan
Maret 2020 dunia dan seisinya dilanda musibah hebat dengan adanya virus
berbahaya bernama Covid-19. Dan sahabatku pun pulang kampung kerana virus itu dunia
seolah-olah terjeda. Tak ada aktivitas apapun. Aku sedikit bahagia ketika dia
pulang kekampung. Nanti kami kan bertemu melepas rindu antara dua sahabat yang
tak pernah bertemu.
Percayalah
dari tahun 2017 kami berteman dan bagaimana nya kami dekat lewat chatingan dan
media sosial kami tak pernah bertemu langsung bertatap mata. Tak pernah. Selama
kami berteman kami hanya bertemu sekali itu pun ditanggal 18 Juli 2018. Disitu
waktu aku rapuhnya jugak. Karena diselingkuhi lagi. Dia mengajakku ketoko buku
dan menyuruhku mengambil buku manapun yg aku suka. Akhirnya buku pilihanku
jatuh pada buku "Untuk Hati Yang Pernah Singgah". Apalagi ditahun
2019 tak pernah bertemu sama sekali, hanya lewat chatingan itupun jarang
chatingan.
Dibulan
April dia kembali kekampung halaman, semenjak itu dia ngajak ketemuan dan kami
makin akrab. Hhuuhh detak jantungku tak beraturan ketika dekat dengannya tapi
aku berusaha untuk menutupinya. Aku tak mau gara-gara perasaan semu ku ini
mengancurkan persahabatan kami. Tak apa jika saling menyimpan seperti ini.
Setidaknya ada doa-doa yang aku langitkan untuknya. Cukup aku dan Tuhanku yang
tau.
Jumat, 10 April 2020
Ditanggal
10 April dia mengirimiku foto, dan difoto itu ada beberapa jam tangan untuk
cewek. Dia bertanya padaku mana jam tangan yg menurutku cantik. Yaa.. aku pilih
dong mana menurutku cantik. Ketika aku tanya jamnya untuk siapa dia menjawab
untuk seseorang yg special. Dia meminta aku memilihkannya karena aku
sahabatnya. Karena pilihanku pasti disukai nanti sama cewek yg mau ditaksirnya.
Aku sempat cemburu sih kemarin. Tapi aku sadar diri aku bukan siapa-siapanya,
hanya sahabatnya. Tak ada hak untuk cemburu, wajarkan dia mendekati wanita lagi
setelah sekian lama sendiri memulihkan hati yg sempat hancur. Dan gak mungkin
juga dia ada perasaan sama aku, kemarin waktu aku aja yang nembak duluan dia
nolak dan menjauh. Gak apa-apa perasaan ini Cuma aku sendiri yg rasa, dia
bahagia aku juga bahagia. Tak apa nanti perasaan ini juga hilang sendiri. Begitu
pikirku. Malam ditanggal 10 April dia mengajak bertemu diwarung RINDU. Warung
langanan kami kok mau jumpaan. Yaa udah aku iyakan inginnya, karena aku juga
penasaran dengan wanita specialnya itu. Sahabatnya ini wajib tau kan siapa
wanita yang akan mendampinginya nanti.? Kami bertemu tepat jam 20.00. duduk
bersampingan dan memesan beberapa makanan. Setelah pesanan kami datang, kami
asyik dengan makanan masing-masing sampai aku yang membuka cerita bagaimana
dengan wanita specialnya. Dia tak menjawab, hanya bibirnya menyinggungkan
senyum manis. Dan apalagi aku meledeknya dan akhirnya kamipun bercanda dan
tertawa bersama seperti biasa. Katanya dia pandai sulap, Waaw dong pikirku. Dan
dia memulai pertunjukan sulapnya. Dia menunjukkan tangannya kosong tak ada apa-apa
dan kemudian menggenggamnya. Setelah membuka genggaman tangannya ada jam tangan
yang aku pilihkan tadi siang untuk wanita specialnya. Aku terkejut pikiran ku
entah kemana-mana. Mungkinkah jam tangan ini untukku? Apakah wanita special itu
aku? Atau mungkin jam tangannya ditolak sama wanita specialnya itu? Aahhh tau
deh. Yang benar saja dia mengatakan bahwa jam tangan itu untukku dan akulah
wanita special itu. Aku terkejut dan terdiam membisu, tak menjawab apapun.
Sampai dia bertanyakan apakah aku tak menyukai jamnya? Tentu saja aku suka,
Tooh aku yang memilihnya tadi siangkan? Aku tak habis pikir saja bahwa akulah
wanita yang dia maksud. Aku menahan diri untuk tetap staycool didepannya.
Mengucapkan terimakasih atas jam tangannya. Jangan tanya bagaimana perasaanku
saat itu. Tentu saja aku bahagia. Sangat bahagia.
Selasa, 14 April 2020
Ditanggal
14 April 2020 kemarin dia ingin bertemu, katamya ada perihal penting yg ingin
dia sampaikan padaku, tak bisa lewat chatingan soalnya penting nanti takut ada
kesalahfahaman. Tak biasanya dia seperti ini, tapi aku tak mau tertipu dia suka
ngeprank aku soalnya. Dia suka banget jahilin aku, katanya aku gemesin kok lagi
ngambeg, kan kek taik. Tapi aku penasaran sih dengan perihal penting yang ingin dia sampaikan. Dan akhirnya aku memtuskan
untuk menemuinya. Seperti biasa kami bertemu diwarung RINDU jam 20.00. Pesanan
makanannya juga masih pesanan yg sama seperti biasa. Es Jakarta. Heheheh.
Pembahasan
kali ini agak menegangkan. Tak seperti biasa yang banyak bercanda dan tertawa.
Kali ini betul-betul serius. Aku juga belum pernah melihatnya seserius ini. Dia
membuka percakapan dengan penuh hikmat. Ahahahahahahaha aku setiap kali
mengingatnya tertawa. Namun sebelum melanjutkan pembahasan ini dia meminta maaf
padaku bahwa dia sudah lancang, dan jika pun nanti aku membencinya dia sudah
menerima konsekuensinya. Waahhh.. serasa masuk rumah hantu yaa pembahasan kali
ini pikirku. Tapi aku tak ingin bercanda dulu. Aku mengiyakan saja apa katanya.
“Rani,
Maaf jika aku lancang. Tapi aku juga perlu kejelasan dalam hubungan yg kita
jalani ini. Teman biasa, sahabat ataukah lebih dari itu. Rani, aku mencintaimu.
Aku mengagumimu semenjak SMA. Kita sering berpapasan waktu mau sekolah kan? Aku
ke SMA dan kau ke MAS (Madrasah Aliyah). Jujur dari jauh aku sering
memperhatikanmu, namun tak punya nyali untuk menyapamu. Aku takut ketika aku
menyapamu kau beranggapan bahwa aku laki-laki yg suka caper dengan wanita. Aku
tak berani menatapmu ketika kita berpapasan dengan sangat dekat. Tapi dari jauh
setelah kita berpapasan aku menoleh kebelakang untuk melihatmu. Tersenyum
melihat langkah mungilmu. Setelah tamat sekolah aku melanjutkan pendidikanku.
Selama kuliah aku menemukan beberapa wanita yang singgah dalam hidupku. Namun
seberapapun banyaknya yg hadir tak menggantikan tempatmu dihatiku. Kau masih
dalam pencarianku, aku mencari Facebookmu tapi sayang aku tak menemukannya. Aku
hampir pasrah dan menyerah. Tiba disuatu hari aku membuka aplikasi Facebookku
dan dibagian saran teman aku melihat fotomu. Tentu saja aku bahagia, akhirnya
aku menemukanmu. Dan dimulai dari situlah perasaan ini semakin tumbuh ditambah
lagi dengan kedekatan kita. Tapi aku sadar kemarin kita masing-masing puna
pasangan. Aku berkali-kali mencoba menghapus rasa ini untukmu dan iyaa.. aku
berhasil. Rasaku untukmu hilang. Tapi setelah rasa itu hilang wanita yg
bersamaku menghianatiku dan menikah dengan laki-laki lain. Tak apa. Mungkin
tidak berjodoh. Semua sudah diatur sama yg maha kuasa. Maaf aku berkali-kali
menghilang dari hidupmu, sebab aku tak mau merusak hubunganmu dengan pacarmu.
Aku takut pearsaanku padamu sewaktu-waktu membuat aku jahat. Aku tak ingin
seperti itu. Tapi perlu satu hal kau tau semenjak tahun 2018 akhir aku
menunggumu sampai 2020 saat ini. Aku mencintaimu Rani. Maaf jika akhirnya
pengakuan ku kali ini membuatmu membenciku. Merusak persahabatan kita. Aku
minta maaf.”
Aku
tercengang dan terdiam seribu bahasa mendengar penuturan katanya. Aku yang baru
sembuh dari fase patah hati sejujurnya takut untuk memulai kisah baru lagi.
Bagaimana jika akhirnya sama dengan yg kemarin? Bagaimana jika tak happy
ending? Apa aku yg akan terluka untuk kesekian kalinya lagi? Apa aku akan
menangis lagi? Huuuhh fase patah hati itu melelahkan. Tak terhitung berapa air
mata yg jatuh. Aku masih trauma, namun aku tak bisa menggantung jawabanku
padanya. Aku tak tega. Dia sudah sepenuh hati untukku. Dan akhirnya ku putuskan
untuk menjawab
“Eko,
aku menghargai perasaanmu padaku. Tapi seperti yg kau tau aku baru saja sembuh
dari fase patah hati yang melelahkan. Kau tau kan bagaimana aku waktu itu? Tak
mudah bagiku membuka hati lagi. Kau juga pernah rasa kan fase patah hati itu melelahkan.? Eko, aku gak mau pacaran
lagi. Membuang-buang waktu dan kita sudah dewasa kan? Kita tak membutuhkan
hubungan yg seperti itu lagi. Tapi bukan berarti aku menolakmu, kau punya
tempat tersendiri dihatiku. Kau special. Eko, waktu akan menjawab semuanya.
Jika memang kau serius padaku datang kerumahku, temui ayahku. Pinta aku padanya
dengan baik-baik. Aku akan menunggumu. Waktu akan menjawab nanti perasaanmu
padaku semakin memudarkah atau semakin bertambah. Biarlah kita seperti ini,
kita sahabat, sahabat baik dan aku juga mencintaimu. Kau adalah seseorang yg
Allah kirimkan untuk hapus luka dan air mataku. Kau adalah seseorang yg membuat
aku lupa kalau aku pernah terluka parah dan sakit dibagian hati.”
Sejenak
hening tanpa suara, dan tiba-tiba dia menatap mataku lekat-lekat. Seperti
mencari jawaban lebih dalam. Aku membalas tatapan matanya dan tersenyum manis
untuknya. Dan kemudian tangannya mengusap lembut pipiku. Dia juga ikut
tersenyum. Iyaa.. kami memtuskan untuk tetap bersahabat baik tapi punya
komitmen dan tujuan yg jelas dan menjaga hati satu sama lain. Intinya jangan
terlalu berharap nanti ketika takdir tak berpihak pada kita rasanya tidak
terlalu sakit. Jika pun nanti akhirnya ada yang lebih dulu melamarku dari dia
pesannya terima saja lamaran itu jika memang laki-laki itu menurutku terbaik
untuk mendampingi hidupku. Sebab bahagiaku adalah bahagianya. Dukaku adalah
dukanya. Sakitku adalah sakitnya. Tangisku adalah tangisnya. Selama aku
bersamanya dia berusaha semaksimal mungkin membuatku bahagia dengan caranya.
Jika suatu saat tanpa sengaja dia membuatku menangis dia meminta maaf. Apapun
alasannya dia tak pernah sedikitpun ingin menyakitiku.
Ending
Walaupun
aku tidak tahu seseorang yg Allah kirimkan saat ini seseorang yg hanya singgah
sebagai pengalaman hidup atau seseorang yg menetap sebagai takdir dan jodoh.
Tapi aku tetap bersyukur Allah pertemukan dengan dia yg baik. Walaupun aku tidak tahu akhirnya seperti apa
tapi aku yakin dan percaya rencana Allah luar biasa. Apapun keputusan Allah
nanti untuk hidupku aku ridho. Sebab tak ada satupun rancangan Allah yg
salah. Iyaa. Walaupun aku tak tau
akhirnya seperti apa nanti aku akan berusaha semampuku dan melangitkan doa
terbaikku untuk aku dan dia. Semoga Allah merestui perasaan ini. Menyatukan aku
dan dia. Aku berharap dia adalah orang terakhir dalam hidupku. Aku lelah jika
harus patah hati lagi, mengenal orang baru lagi. Saat ini dia bukan siapa-siapa.
Hanya sahabat baik. Dan aku mencintainya. π❤
Gambar Cover diambil Dari Kunciberita.com

0 komentar:
Posting Komentar