09.56 -
cerita remaja,Sahabat
1 comment
cerita remaja,Sahabat
1 comment
Cinta & Rindu di Pelabuhan Berombang
Cinta & Rindu di Pelabuhan Berombang
PENULIS :
Khairani Arrahma #K.A
Berawal dari kata Cinta untuk memulai kehidupan ini, Cinta bisa mengantarkan kita pada mimpi-mimpi yang nyata juga semu dan perlu diketahui kita tidak akan terlahir tanpa ada Cinta. All for Love.
Aku berjalan
cepat dari pagar sekolah menuju kelas karena aku belum siap PR Matematika hari
ini yang diberikan Pak Guntur semalam. Tidak semua sih hanya beberapa soal lagi
yang tidak aku mengerti yang ingin ku tanyakan dengan teman sebangku ku Saroh.
“ Pagi beb..
??” aku menyapa Saroh teman sebangku ku yang sibuk menyapu kelas karna setiap
hari Rabu jadwal piketnya. Aku memanggilnya dengan Beb karna itulah panggilan
persahabatan kami. Aku dan Saroh tidak hanya teman satu bangku tapi juga
Sahabat.
“ Heleeeh..
buku tugas ku ada ditas ambil aja.” Ujar Saroh memberitahu ku, Saroh tau betul
aku seperti apa kalau sudah ada PR Matematika. Aku tersenyum bahagia
mendengarnya.
Aku dengan
cepat menyontek jawaban-jawaban soal Saroh kebuku tugas ku. Hanya butuh waktu
10 menit siap deh PR ku, Haaah.. akhirnya fikirku. Aku tau ini kebiasaan buruk
tapi yaa mau gimana lagi, Just it kok selebihnya aku nggak pernah nyontek.
“ Beb.. jam
istrahat kita kekantin yaaa..aku yang teraktir “ tawar ku pada Saroh
“ Yeeah nggak
lha beb mendingan kita ke pelabuhan aja yok, belum pernah kepelabuhankan seumur
hidup mu.??” Saroh meledek ku. Haaaah kalau dipikir-pikir memang iya sih seumur
hidup aku gak pernah kepelabuhan berombang walaupun aku sendiri tinggal
diberombang, gimana mau pergi coba ?? pulang sekolah merem dirumah bukan gak
mau tapi memeng gak dikasi kemana-mana sama ortu takut ilang nanti anak nya
yang cantik sedunia ini.. Hhaaah.
“ Jadi kita bolos gitu beb, kan pagar
dikunci beb manjat dari mana coba ?”
Saroh diam sejenak mungkin lagi mikir
jalan keluar, boro-boro mau keluar orang pintu keluar Cuma satu, pagarnya
tinggi lagi kayak penjara. Saroh mengangkat bahu, ku rasa dia menyerah
memikirkan jalan keluar yang gak ada celahnya.
Jam pelajaran Matematika sudah habis
tapi Pak Guntur masih belum keluar, semua murid udah pada ngantuk, garu-garu
kepala yang gak gatel, pura-pura mikir padahal ngayal, pura-pura dengerin,
pura-pura ngerti apa yang disampain biar gak ketauan gobloknya, Haah jujur aja
kalian pasti pernah kan kek gitu ?? gak usah munafik lha.
Tiba-tiba aku teringat sosok pria
yang sedang ku kagumi saat ini, matanya, senyumnya, candanya, tawanya, dia
kakak kelas XII IPS, Oooh tuhan aku sangat berharap hari ini duduk dekat nya
saat makan dikantin. Haah Saroh membuyarkan lamunan ku.
“ Ayoo capcuss kekantin Pak Guntur
udah goo.. Haah mumet otak ku.” Keluh Saroh.
Aku tidak berkata apa-apa hanya
mengikuti Saroh dari belakang memilih tempat duduk dikantin, Haah tiba-tiba aku
tersentak Saroh memilih tempat duduk persis didekat kakak kelas yang aku
kagumi, Oooh Tuhaaan.. kenapa aku jadi Deg-degan kek gini sih gumam ku. Aku
menatap Saroh dengan terkesima karena sudah memilih tempat yang cocok sesuai
yang ku harapkan, Saroh menaikkan alisnya seolah-olah mengerti apa yang sedang
ku pikirkan.
“ Heii.. kak boleh gabung..?” Saroh
menyapa dengan senyum kayak Berbie.
“ Yaa.. boleh silakan.” Kakak itu
senyum buat aku mau pingsan setengah mati klepek-klepek.
“ Sendirian kak..?” aku berusaha
memberanikan diri bertanya.
“ Iyaa Nih.. soal nya temen-temen
semua pada main basket.”
“ Loh.. kakak kok nggak ikutan??”
“ Lagi gak mood aja, Ooh yaa anak
baru yaa ??”
Aku agak malu menjawab, sebenarnya
bukan anak baru sih udah lama kakak aja yang gak peka kalau aku sering
perhatikan kakak dari jauh fikirku.
“ Mmmmhh.. gak sih kak, udah lama
Cuma mungkin kita aja yang gak pernah ketemu, mungkin ketemu tapi gak kenal ato
pun nggak saling nyapa “ ungkapku berbalik-balik. Saroh bengong pasti dia lagi
mikir “ Ngomong apa sih sitaik ini “. Kakak itu senyum mendengarnya buat aku
hampir jantungan ngeliat senyum yang semanis dan selucu itu. Haaah..
“ Mungkin.. Mmmmhh kalau gitu kenalan
donk, nama kamu siapa ?”
“ Aku.?? Mmmh nama aku Elisa kak,
kalau nama kakak.,?” Tanya ku balik
“Oooh nama kakak Rifal Pratama Putra, panggil aja
Rifal.”
Aku dan kak Rifal ngobrol seolah-olah
kantin milik kami berdua. Haah Saroh hanya pendengar setia sambil
bengong-bengong. Ntah lah, aku merasa nyaman dekat dengannya dan lebih banyak
tertawa aku dibuat leluconnya. Sebelum bubaran kami sempat tukar-tukaran nomor
handpone dan PIN BB.
“ Okee kalau gitu, aku duluan yaa..
Byeee..” Ucapnya berpamitan duluan sambil tersenyum manis. Oooh Tuhaaan kenapa
senyum lagi sih kamu gak tau apa senyum mu itu membunuh ku. Haaaah lebaaaay.
“ Woooi.. gila lu yee.. udah pergipun
orangnya senyam-senyum.” Ketus Saroh kesal, ternyata tanpa aku sadari kak Rifal
udah pergi 5 menit yang lalu dan selama itu aku masih senyam-senyum sendiri.
“ Pulang sekolah kemana lu taik.?”
Tanya saroh
“ Mungkin dirumah kok nggak BBMan,
telfonan.,”
“Eleeh mentang udah dapat yang baru
lupa deh sama aku.,”
“ Cuup Cuuup., nggak laa beb aku
sayang loh sama kamu beb kuuu..” Inilah
aku dan Saroh bersahabat sungguh sangat lebaay tapi Asyik.
Pulang dari sekolah handpone Android
Samsung ku bunyi, Yaa suara dering BBM yang masuk., Oooh Tuhaan kak Rifal
PING!!! Aku., aku kegirangan setengah mati. Kenapa nggak ?? orang yang aku
idolakan PING!!! Aku. Udah ganteng, baik, lucu, Jago basket, pinter, tajir
lagi. Pokoknya Perfect deh.
Hari ini aku menghabiskan waktu BBMan
dengan kak Rifal, besok dia ngajak aku jumpaan dipelabuhan berombang. Untuk
pertama kalinya aku jalan dengan cowok dipelabuhan dan untuk pertama kalinya
juga besok aku perdana pergi kepelabuhan berombang. Aku jadi nggak sabar
menunggu hari esok.
“ Elisa, kamu cantik deh. Beruntung
cowok yang dapetin kamu pasti bahagia banget” Puji kak Rifal ketika aku dan dia
berada dipelabuhan berombang.
“ Nggak laa kak, aku nggak punya
pacar”
“ Masa’ iyaa sih.,”
“ Iyaa kak., gak percaya banget sih, kok
aku bohong nter malam aku disamperin pocong deh “ Canda ku.
Aku dan kak Rifal tertawa bersama
hari ini dan berbagi banyak cerita, entahlah aku merasa ada sesuatu yang
berbeda didalam hatiku untuknya. Dosakah aku menyimpan rasa ini untuknya.
Semenjak pertemuan hari itu aku dan
kak Rifal semangkin dekat hanya sebatas teman ataupun enggak adik kakak.,
mungkin kak Rifal merasa begitu tapi aku ingin kedekatan itu lebih dari seorang
teman ataupun adik kakak. Perasaan ini aku sembunyikan, semenjak hari itu Aku
dan kak Rifal pun sering kepelabuhan berombang, seperti biasa kami bercandaa,
berbagi cerita, menikmati angin sepoi-sepoi yang merubah jiwa.
Tak terasa waktu yang berlalu sudah
mendekati perpisahan aku dan Kak Rifal, bagaimana tidak kak Rifal harus melanjutkan
sekolahnya keperguruan tinggi dan meninggalkan kampung halaman, meninggalkan
pelabuhan berombang dan juga mungkin meninggalkan ku disini. Jujur aku sangat
sedih atas perpisahan ini, aku akan merindukannya disini, mungkin aku akan
ungkapkan perasaan ini nanti. Tapi aku sangat tidak berani aku takut dia akan
menjauhi ku.
Hari ini kak Rifal pergi untuk
melanjutkan sekolah keperguruan tinggi ke Jakarta. Jauh bukan ?? hari ini
mungkin terakhir kalinya aku berjumpa dengannya dipelabuhan berombang, mungkin
ini terakhir dan entah kapan akan bertemu lagi dengan jarak sejauh itu.
“ Elisa..??” panggilnya.
“ Yaa..” jawab ku, aku hanya diam
dari tadi sebab aku tak tau aku harus apa ketika sesuatu harus berakhir sampai
disini. Aku tak ingin menatap matanya hari ini aku takut tak akan sanggup
melepasnya walaupun hubungan ini hanya sebatas teman dan adik kakak.
“ Mungkin hari ini kita terakhir
bertemu, entahlah.. aku juga tak tau kapan kita akan bertemu lagi, aku bahagia
pernah mengenal mu, berbagi cerita, menikmati tawa dan canda bersama” ungkap
kak Rifal
“ lalu., walaupun kita jauh bukan
berarti jarak jadi penghalang atas hubungan ini kan.,?? kita akan tetap
berkomunikasi kan walaupun hanya lewat telfon ??” Harap ku.
“ Entah lha kau tak bisa memastikan
itu semua.” Jawabnya., Yaa Tuhaan jawaban yang tak pernah ingin ku dengar. Aku
terdiam seribu bahasa, mungkin sudah jelas bagiku bahwa ini semua kan berakhir
disini. Aku harus bisa terima kenyataan ini, aku tak bisa ungkapkan perasaaan
yang terpendam ini. Yang pasti aku pun bahagia pernah mengenalnya, karena dia
cinta itu tumbuh dihati ku, karena dia aku tau bagaimana caranya menghargai
waktu, dari dia aku tau betapa pentingnya moment yang indah itu.
“ Elisa.. jaga dirimu baik-baik
disini yaa., maaf aku tak bisa lagi menemani mu setiap hari disini”
ungakapnya., aku hanya bisa diam aku tak tau harus berkata apa yang aku tahu ini
sangat menyakiti ku.
“ Elisa.. aku harus pergi, sebentar
lagi busnya berangkat.”
Aku terkejut, harus secepat inikah
kau pergi. Apa kau tak pernah tau bagaimana perasaan ku saat ini,
kenapa..??kenapa kau tak pernah mengerti, jeritku dalam hati. Untuk terakhir
kalinya aku menatap matanya lekat-lekat, aku hanya takut tak akan pernah
melihat bola mata yang ku cintai itu.
“ Yaa,. Hati-hati yaa., jaga diri
kakak baik-baik disana yaa., jangan lupa makan siang tepat waktu, jangan
tinggal sholat, dan jangan lupain aku juga, akuu.. akuuu pasti merindukan
kakak” ungkapku terbata-bata.. kak Rifal senyum dan kemudian pergi. Aku sangat
tak merelakannya tapi apa hak ku untuk melarangnya, aku bukanlah siapa-siapa.
Aku terisak menangis dipelabuhan itu sendirian, meluahkan rasa sesak yang
kutahan dari tadi didada ku.
Semenjak hari itu kak Rifal tak
pernah mengkabariku lagi, PING!!! Pun gak pernah, nomornya aja udah gak aktif
lagi, semudah itukah kau menjauhi ku dan pergi begitu saja. Gumam ku.
Tapi yaa sudahlah.. itu semua ku
anggap masa lalu yang indah yang aku dapati di pelabuhan berombang. Semenjak
itu aku pun masih saja pergi ke pelabuhan setiap hari seperti biasa, walaupun
keadaannya sekarang jauh berbeda tak ada kak Rifal. Aku sendiri bersama angin,
berasama cinta yang ada untuknya dan rasa rindu yang begitu dalam untuknya.
Memang benar cinta tak selamanya
berakhir indah, dan bisa juga menjadi rasa sakit. Cinta tak selamanya bisa
memiliki, aku percaya itu. Untuk mu yang jauh disana terimakasih sudah hadir
dan ciptakan rasa rindu dan cinta ini dihatiku tepatnya bersemi dipelabuhan
berombang. Aku akan menanti mu disini, dipelabuhan berombang bersama cinta dan
rindu ini.

1 komentar:
Pelabuhan berombang, lain waktu kita bertemu lagi. Tunggu aku
Posting Komentar