Rabu, 22 Juni 2016

Cinta & Rindu di Pelabuhan Berombang



Cinta & Rindu di Pelabuhan Berombang

PENULIS      : Khairani Arrahma #K.A

Berawal dari kata Cinta untuk memulai kehidupan ini, Cinta bisa mengantarkan kita pada mimpi-mimpi yang nyata juga semu dan perlu diketahui kita tidak akan terlahir tanpa ada Cinta. All for Love.
Aku berjalan cepat dari pagar sekolah menuju kelas karena aku belum siap PR Matematika hari ini yang diberikan Pak Guntur semalam. Tidak semua sih hanya beberapa soal lagi yang tidak aku mengerti yang ingin ku tanyakan dengan teman sebangku ku Saroh.
“ Pagi beb.. ??” aku menyapa Saroh teman sebangku ku yang sibuk menyapu kelas karna setiap hari Rabu jadwal piketnya. Aku memanggilnya dengan Beb karna itulah panggilan persahabatan kami. Aku dan Saroh tidak hanya teman satu bangku tapi juga Sahabat.
“ Heleeeh.. buku tugas ku ada ditas ambil aja.” Ujar Saroh memberitahu ku, Saroh tau betul aku seperti apa kalau sudah ada PR Matematika. Aku tersenyum bahagia mendengarnya.
Aku dengan cepat menyontek jawaban-jawaban soal Saroh kebuku tugas ku. Hanya butuh waktu 10 menit siap deh PR ku, Haaah.. akhirnya fikirku. Aku tau ini kebiasaan buruk tapi yaa mau gimana lagi, Just it kok selebihnya aku nggak pernah nyontek.
“ Beb.. jam istrahat kita kekantin yaaa..aku yang teraktir “ tawar ku pada Saroh
“ Yeeah nggak lha beb mendingan kita ke pelabuhan aja yok, belum pernah kepelabuhankan seumur hidup mu.??” Saroh meledek ku. Haaaah kalau dipikir-pikir memang iya sih seumur hidup aku gak pernah kepelabuhan berombang walaupun aku sendiri tinggal diberombang, gimana mau pergi coba ?? pulang sekolah merem dirumah bukan gak mau tapi memeng gak dikasi kemana-mana sama ortu takut ilang nanti anak nya yang cantik sedunia ini.. Hhaaah.
“ Jadi kita bolos gitu beb, kan pagar dikunci beb manjat dari mana coba ?”
Saroh diam sejenak mungkin lagi mikir jalan keluar, boro-boro mau keluar orang pintu keluar Cuma satu, pagarnya tinggi lagi kayak penjara. Saroh mengangkat bahu, ku rasa dia menyerah memikirkan jalan keluar yang gak ada celahnya.
Jam pelajaran Matematika sudah habis tapi Pak Guntur masih belum keluar, semua murid udah pada ngantuk, garu-garu kepala yang gak gatel, pura-pura mikir padahal ngayal, pura-pura dengerin, pura-pura ngerti apa yang disampain biar gak ketauan gobloknya, Haah jujur aja kalian pasti pernah kan kek gitu ?? gak usah munafik lha.
Tiba-tiba aku teringat sosok pria yang sedang ku kagumi saat ini, matanya, senyumnya, candanya, tawanya, dia kakak kelas XII IPS, Oooh tuhan aku sangat berharap hari ini duduk dekat nya saat makan dikantin. Haah Saroh membuyarkan lamunan ku.
“ Ayoo capcuss kekantin Pak Guntur udah goo.. Haah mumet otak ku.” Keluh Saroh.
Aku tidak berkata apa-apa hanya mengikuti Saroh dari belakang memilih tempat duduk dikantin, Haah tiba-tiba aku tersentak Saroh memilih tempat duduk persis didekat kakak kelas yang aku kagumi, Oooh Tuhaaan.. kenapa aku jadi Deg-degan kek gini sih gumam ku. Aku menatap Saroh dengan terkesima karena sudah memilih tempat yang cocok sesuai yang ku harapkan, Saroh menaikkan alisnya seolah-olah mengerti apa yang sedang ku pikirkan.
“ Heii.. kak boleh gabung..?” Saroh menyapa dengan senyum kayak Berbie.
“ Yaa.. boleh silakan.” Kakak itu senyum buat aku mau pingsan setengah mati klepek-klepek.
“ Sendirian kak..?” aku berusaha memberanikan diri bertanya.
“ Iyaa Nih.. soal nya temen-temen semua pada main basket.”
“ Loh.. kakak kok nggak ikutan??”
“ Lagi gak mood aja, Ooh yaa anak baru yaa ??”
Aku agak malu menjawab, sebenarnya bukan anak baru sih udah lama kakak aja yang gak peka kalau aku sering perhatikan kakak dari jauh fikirku.
“ Mmmmhh.. gak sih kak, udah lama Cuma mungkin kita aja yang gak pernah ketemu, mungkin ketemu tapi gak kenal ato pun nggak saling nyapa “ ungkapku berbalik-balik. Saroh bengong pasti dia lagi mikir “ Ngomong apa sih sitaik ini “. Kakak itu senyum mendengarnya buat aku hampir jantungan ngeliat senyum yang semanis dan selucu itu. Haaah..
“ Mungkin.. Mmmmhh kalau gitu kenalan donk, nama kamu siapa ?”
“ Aku.?? Mmmh nama aku Elisa kak, kalau nama kakak.,?” Tanya ku balik
“Oooh nama kakak Rifal Pratama Putra, panggil aja Rifal.”
Aku dan kak Rifal ngobrol seolah-olah kantin milik kami berdua. Haah Saroh hanya pendengar setia sambil bengong-bengong. Ntah lah, aku merasa nyaman dekat dengannya dan lebih banyak tertawa aku dibuat leluconnya. Sebelum bubaran kami sempat tukar-tukaran nomor handpone dan PIN BB.
“ Okee kalau gitu, aku duluan yaa.. Byeee..” Ucapnya berpamitan duluan sambil tersenyum manis. Oooh Tuhaaan kenapa senyum lagi sih kamu gak tau apa senyum mu itu membunuh ku. Haaaah lebaaaay.
“ Woooi.. gila lu yee.. udah pergipun orangnya senyam-senyum.” Ketus Saroh kesal, ternyata tanpa aku sadari kak Rifal udah pergi 5 menit yang lalu dan selama itu aku masih senyam-senyum sendiri.
“ Pulang sekolah kemana lu taik.?” Tanya saroh
“ Mungkin dirumah kok nggak BBMan, telfonan.,”
“Eleeh mentang udah dapat yang baru lupa deh sama aku.,”
“ Cuup Cuuup., nggak laa beb aku sayang loh sama kamu beb kuuu..”  Inilah aku dan Saroh bersahabat sungguh sangat lebaay tapi Asyik.
Pulang dari sekolah handpone Android Samsung ku bunyi, Yaa suara dering BBM yang masuk., Oooh Tuhaan kak Rifal PING!!! Aku., aku kegirangan setengah mati. Kenapa nggak ?? orang yang aku idolakan PING!!! Aku. Udah ganteng, baik, lucu, Jago basket, pinter, tajir lagi. Pokoknya Perfect deh.
Hari ini aku menghabiskan waktu BBMan dengan kak Rifal, besok dia ngajak aku jumpaan dipelabuhan berombang. Untuk pertama kalinya aku jalan dengan cowok dipelabuhan dan untuk pertama kalinya juga besok aku perdana pergi kepelabuhan berombang. Aku jadi nggak sabar menunggu hari esok.
“ Elisa, kamu cantik deh. Beruntung cowok yang dapetin kamu pasti bahagia banget” Puji kak Rifal ketika aku dan dia berada dipelabuhan berombang.
“ Nggak laa kak, aku nggak punya pacar”
“ Masa’ iyaa sih.,”
“ Iyaa kak., gak percaya banget sih, kok aku bohong nter malam aku disamperin pocong deh “ Canda ku.
Aku dan kak Rifal tertawa bersama hari ini dan berbagi banyak cerita, entahlah aku merasa ada sesuatu yang berbeda didalam hatiku untuknya. Dosakah aku menyimpan rasa ini untuknya.
Semenjak pertemuan hari itu aku dan kak Rifal semangkin dekat hanya sebatas teman ataupun enggak adik kakak., mungkin kak Rifal merasa begitu tapi aku ingin kedekatan itu lebih dari seorang teman ataupun adik kakak. Perasaan ini aku sembunyikan, semenjak hari itu Aku dan kak Rifal pun sering kepelabuhan berombang, seperti biasa kami bercandaa, berbagi cerita, menikmati angin sepoi-sepoi yang merubah jiwa.
Tak terasa waktu yang berlalu sudah mendekati perpisahan aku dan Kak Rifal, bagaimana tidak kak Rifal harus melanjutkan sekolahnya keperguruan tinggi dan meninggalkan kampung halaman, meninggalkan pelabuhan berombang dan juga mungkin meninggalkan ku disini. Jujur aku sangat sedih atas perpisahan ini, aku akan merindukannya disini, mungkin aku akan ungkapkan perasaan ini nanti. Tapi aku sangat tidak berani aku takut dia akan menjauhi ku.
Hari ini kak Rifal pergi untuk melanjutkan sekolah keperguruan tinggi ke Jakarta. Jauh bukan ?? hari ini mungkin terakhir kalinya aku berjumpa dengannya dipelabuhan berombang, mungkin ini terakhir dan entah kapan akan bertemu lagi dengan jarak sejauh itu.
“ Elisa..??” panggilnya.
“ Yaa..” jawab ku, aku hanya diam dari tadi sebab aku tak tau aku harus apa ketika sesuatu harus berakhir sampai disini. Aku tak ingin menatap matanya hari ini aku takut tak akan sanggup melepasnya walaupun hubungan ini hanya sebatas teman dan adik kakak.
“ Mungkin hari ini kita terakhir bertemu, entahlah.. aku juga tak tau kapan kita akan bertemu lagi, aku bahagia pernah mengenal mu, berbagi cerita, menikmati tawa dan canda bersama” ungkap kak Rifal
“ lalu., walaupun kita jauh bukan berarti jarak jadi penghalang atas hubungan ini kan.,?? kita akan tetap berkomunikasi kan walaupun hanya lewat telfon ??” Harap ku.
“ Entah lha kau tak bisa memastikan itu semua.” Jawabnya., Yaa Tuhaan jawaban yang tak pernah ingin ku dengar. Aku terdiam seribu bahasa, mungkin sudah jelas bagiku bahwa ini semua kan berakhir disini. Aku harus bisa terima kenyataan ini, aku tak bisa ungkapkan perasaaan yang terpendam ini. Yang pasti aku pun bahagia pernah mengenalnya, karena dia cinta itu tumbuh dihati ku, karena dia aku tau bagaimana caranya menghargai waktu, dari dia aku tau betapa pentingnya moment yang indah itu.
“ Elisa.. jaga dirimu baik-baik disini yaa., maaf aku tak bisa lagi menemani mu setiap hari disini” ungakapnya., aku hanya bisa diam aku tak tau harus berkata apa yang aku tahu ini sangat menyakiti ku.
“ Elisa.. aku harus pergi, sebentar lagi busnya berangkat.”
Aku terkejut, harus secepat inikah kau pergi. Apa kau tak pernah tau bagaimana perasaan ku saat ini, kenapa..??kenapa kau tak pernah mengerti, jeritku dalam hati. Untuk terakhir kalinya aku menatap matanya lekat-lekat, aku hanya takut tak akan pernah melihat bola mata yang ku cintai itu.
“ Yaa,. Hati-hati yaa., jaga diri kakak baik-baik disana yaa., jangan lupa makan siang tepat waktu, jangan tinggal sholat, dan jangan lupain aku juga, akuu.. akuuu pasti merindukan kakak” ungkapku terbata-bata.. kak Rifal senyum dan kemudian pergi. Aku sangat tak merelakannya tapi apa hak ku untuk melarangnya, aku bukanlah siapa-siapa. Aku terisak menangis dipelabuhan itu sendirian, meluahkan rasa sesak yang kutahan dari tadi didada ku.
Semenjak hari itu kak Rifal tak pernah mengkabariku lagi, PING!!! Pun gak pernah, nomornya aja udah gak aktif lagi, semudah itukah kau menjauhi ku dan pergi begitu saja. Gumam ku.
Tapi yaa sudahlah.. itu semua ku anggap masa lalu yang indah yang aku dapati di pelabuhan berombang. Semenjak itu aku pun masih saja pergi ke pelabuhan setiap hari seperti biasa, walaupun keadaannya sekarang jauh berbeda tak ada kak Rifal. Aku sendiri bersama angin, berasama cinta yang ada untuknya dan rasa rindu yang begitu dalam untuknya.
Memang benar cinta tak selamanya berakhir indah, dan bisa juga menjadi rasa sakit. Cinta tak selamanya bisa memiliki, aku percaya itu. Untuk mu yang jauh disana terimakasih sudah hadir dan ciptakan rasa rindu dan cinta ini dihatiku tepatnya bersemi dipelabuhan berombang. Aku akan menanti mu disini, dipelabuhan berombang bersama cinta dan rindu ini.

1 komentar:

Pelabuhan berombang, lain waktu kita bertemu lagi. Tunggu aku

Posting Komentar